Growtech Jakarta is part of the Informa Markets Division of Informa PLC

Informa
Informa

Strengthening Indonesia's Food Security with Digital Agriculture

The Indonesian government is taking significant steps to ensure food self-sufficiency and establish the country as a global food hub. The Ministry of Agriculture and Manpower are working together to bring innovative farming practices to life, focusing on digital tools to increase productivity and create a more sustainable food system.

Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman shared the vision for this transformation.

"We are seeking to build modern agriculture, modern agriculture clusters to achieve food self-sufficiency and to become the world's food hub," he said.

The plan includes developing 3 million hectares of paddy fields and optimizing land use to maximize agricultural output.

Harnessing Technology for Smarter Farming

Artificial intelligence is playing a key role in this effort. By analyzing soil conditions, AI helps farmers determine the best crops to plant and the ideal locations for planting. This boosts yields and reduces waste, making farming more efficient and environmentally friendly.

Another important innovation is the use of blockchain technology to improve transparency in the food supply chain. This ensures that consumers can trust the origin and quality of their food while also helping to eliminate inefficiencies and fraud. Farmers and businesses benefit from a more reliable and traceable system.

Automation is also transforming the way food is grown. Automated greenhouses allow year-round production, overcoming seasonal limitations and ensuring a steady supply of fresh produce. This technology is particularly valuable in regions with challenging climates, helping to stabilize food availability.

Empowering Farmers Through Collaboration

The Ministry of Manpower is a crucial partner in this initiative, providing skilled instructors and mechanics to support farmers in adopting these modern practices. Hundreds of instructors are deployed to five priority provinces: South Papua, Central Kalimantan, South Kalimantan, West Kalimantan, and South Sumatra. These regions will serve as hubs for the new agricultural model.

Minister Sulaiman emphasized the importance of engaging young farmers in this transformation. Over 27,000 millennial farmers have already signed up for the program, which introduces them to the latest farming technologies. To support their efforts, the Ministry of Agriculture has distributed thousands of pieces of modern farming equipment, with plans to provide even more in the coming months.

This initiative is not just about improving agriculture—it's also about creating opportunities. The program is expected to generate new jobs in rural areas by introducing modern farming techniques. Higher incomes for farmers will help lower poverty rates and stimulate economic growth in villages, contributing to the nation's overall development.

Join the future of agriculture at GrowTech Jakarta 2025—discover cutting-edge innovations and be part of Indonesia’s journey toward sustainable farming.


Memperkuat Ketahanan Pangan Indonesia dengan Pertanian Digital

Pemerintah Indonesia tengah mengambil langkah signifikan untuk memastikan swasembada pangan dan menjadikan negara ini sebagai pusat pangan dunia. Kementerian Pertanian dan Tenaga Kerja bekerja sama untuk mewujudkan praktik pertanian inovatif, dengan fokus pada perangkat digital untuk meningkatkan produktivitas dan menciptakan sistem pangan yang lebih berkelanjutan.

"Kami sudah selesai tanda tangan, kita akan kolaborasi ke depan. Kami membangun pertanian modern, kluster pertanian modern dalam rangka mencapai swasembada pangan dan menjadi lumbung pangan, lumbung pangan dunia ke depan," ucap Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Rencana tersebut mencakup pengembangan 3 juta hektare sawah dan optimalisasi pemanfaatan lahan untuk memaksimalkan hasil pertanian.

Memanfaatkan Teknologi untuk Sektor Pertanian

AI memegang peranan penting dalam upaya ini. Dengan menganalisis kondisi tanah, AI membantu petani menentukan tanaman terbaik untuk ditanam dan lokasi ideal untuk menanam. Hal ini meningkatkan hasil panen dan mengurangi limbah, sehingga pertanian menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan.

Inovasi penting lainnya adalah penggunaan teknologi blockchain untuk meningkatkan transparansi dalam rantai pasokan pangan. Hal ini memastikan bahwa konsumen dapat memercayai asal dan kualitas makanan mereka sekaligus membantu menghilangkan inefisiensi dan penipuan. Petani dan pelaku bisnis mendapatkan manfaat dari sistem yang lebih andal dan dapat dilacak.

Otomatisasi juga mengubah cara menanam makanan. Rumah kaca otomatis memungkinkan produksi sepanjang tahun, mengatasi keterbatasan musiman, dan memastikan pasokan produk segar yang stabil. 

Memberdayakan Petani Melalui Kolaborasi

Kementerian Tenaga Kerja merupakan mitra penting dalam inisiatif ini. Mereka menyediakan instruktur dan mekanik terampil untuk mendukung petani dalam mengadopsi praktik modern ini. Ratusan instruktur dikerahkan ke lima provinsi prioritas: Papua Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan. Wilayah-wilayah ini akan menjadi pusat model pertanian baru.

Menteri Sulaiman menekankan pentingnya melibatkan petani muda dalam transformasi ini. Lebih dari 27.000 petani milenial telah mendaftar untuk program ini, yang memperkenalkan mereka pada teknologi pertanian terkini. Untuk mendukung upaya mereka, Kementerian Pertanian telah mendistribusikan ribuan peralatan pertanian modern, dengan rencana untuk penambahan dalam beberapa bulan mendatang. 

Inisiatif ini tidak hanya tentang meningkatkan pertanian—tetapi juga tentang menciptakan peluang. Program ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru di daerah pedesaan dengan memperkenalkan teknik pertanian modern. Pendapatan yang lebih tinggi bagi petani akan membantu menurunkan angka kemiskinan dan merangsang pertumbuhan ekonomi di desa-desa, yang berkontribusi pada pembangunan bangsa secara keseluruhan. 

Bergabunglah di GrowTech Jakarta 2025 dan temukan inovasi untuk jadi bagian dari perjalanan Indonesia menuju pertanian berkelanjutan.